Australia hadang China di Pasifik dengan bantuan vaksin

Kehadiran aparat kepolisian China dalam kerusuhan di Pulau Solomon, akhir November 2021 lalu, telah memicu kekhawatiran AS dan Australia. China dituding berambisi membangun pangkalan militer di kepulauan Pasifik.

MIMBAR.CO, SydneyAustralia mengklaim sanggup menghadang pengaruh China di kepulauan Pasifik dengan memberi bantuan vaksin. Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan pihaknya intensif melakukan pembicaraan dengan para pemimpin di kepulauan Pasifik dan menawarkan bantuan vaksin.

“Saya berbicara dengan para pemimpin Pasifik setiap minggu, dan itulah yang memastikan bahwa kami dapat memblokade kehadiran (China) itu ke dalam wilayah kami. Karena kami berbagai nilai dengan Pasifik,” kata Morrison dalam wawancaranya dengan TV Nine’s Weekend Today, Ahad (13/3).

Kehadiran aparat kepolisian China dalam kerusuhan di Pulau Solomon, akhir November 2021 lalu, telah memicu kekhawatiran sejumlah negara yang selama ini berhubungan baik dengan negara-negara di kawasan itu. Dalam sejarah, Australia merupakan pemberi bantuan terbesar ke kepulauan itu.

Kendati demikian, dalam beberapa dasawarsa terakhir, China telah meningkatkan pinjaman dan bantuan infrastruktur. Termasuk menyediakan peralatan militer ke pusat regional Fiji. Langkah negeri tirai bambu dinilai sebagai bagian dari ambisi untuk membangun pangkalan militer di kepulauan Pasifik. “China sudah sangat jelas bercita-cita membangun pangkalan militer di kepulauan Pasifik, tetapi itu tidak terjadi,” kata dia.

Langkah China di Pasifik juga telah mendorong Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikatm, Antony Blinken, mengumumkan bahwa AS akan membuka kedutaan besar di Pulau Solomon. Kebijakan AS terhadap kepulauan Pasifik sejalan dengan diplomasi vaksin yang dilancarkan Australia, dengan menyediakan vaksin COVID-19 sebelum negara-negara lain menawarkan dukungan.

Morrison sejauh ini optimis bahwa diplomasi vaksin yang ia lancarkan telah berhasil memastikan bahwa pihaknya dapat memblokade kehadiran China di kepulauan Pasifik. “Kami dapat membendung kehadiran itu ke dalam wilayah kami, karena kami memiliki nilai-nilai yang sama dengan Pasifik,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pihak China menyatakan bahwa Australia dan AS telah “menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin” di kawasan Pasifik. Sedangkan bantuan China diniatkan untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi China dan negara-negara Pulau Pasifik.

Ketegangan dua sekutu dagang penting ini, antara Australia dan China, terpantau telah meningkat menyusul sanksi China terhadap produk-produk Australia. Sanksi ini diketahui merupakan aksi pembalasan bagi Australia, yang sebelumnya menyerukan penyelidikan terkait asal mula pandemi COVID-19.ZAENAL | REUTERS |